Dewan Dakwah dan Ormas Islam Jabar Ajak Masyarakat Hadang LGBT

By on February 18, 2016

Jawa Barat (DakwahNews.com) Azab yang menimpa kaum Sodom (kaumnya Nabi Luth) karena melakukan perbuatan keji yakni mengerjakan liwath (homoseksual) seharusnya menjadi pelajaran bagi peradaban manusia sesudahnya khususnya ummat Islam. Jika perbuatan tersebut berulang disaat ini dalam berbagai bentuk dan prakteknya maka sangat memungkinkan azab tersebut pun akan berulang pulang.

“Ummat Islam harus menjadi kelompok atau golongan yang menolak sekaligus melawan perilaku yang sekarang muncul dengan istilah LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual dan Transgender). Dalam Islam hukum perilaku menyimpang tersebut jelas haramnya,demikian juga dari sisi moralitas,sosial dan peradaban tidak ada yang membenarkan,” ungkap Wasekjen MIUMI,Dr.Fahmi Salim,MA di kantor Dewan Dakwah Jabar,Selasa (9/2/2016).

Ia menambahkan, segala bentuk kemunkaran harus dicegah sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan tuntutan dakwah. Perlawan dan penghadangan kemunkaran termasuk keberadaan LGBT, sejatinya untuk kemaslatan dan keselamatan manusia secara keseluruhan. Menurut Fahmi, adalah aneh dan tidak masuk akan jika ada orang yang mengaku berperadan maju namun ia mendukung bahkan sampai berperilaku orang-orang di zaman tidak beradab.

Untuk itu ia mengajak ummat Islam khususnya yang aktif di ormas Islam untuk melakukan pencegahan,pengahadangan hingga melawan aktivitas amoral LGBT dimana pun berada. Beberapa langkah yang bisa dilakukan,menurut Fahmi, ummat Islam harus pelopor gerakan petisi menolak upaya kelompok LGBT yang ingin mendapat legalitas dari Negara.

“Ormas Islam dan lembaga dakwah harus membentuk pusat rehabilitasi bagi pelaku maupun korban LGBT dari sisi spiritualnya. Sementara dari sisi psikologis,mentalnya maupun kesehatannya bisa bekerjasama dengan pihak lain untuk saling bersinergi,”imbuhnya.
Selain itu menurutnya,ummat Islam atau perwakilannya bisa melakukan upaya peninjauan kembali (yudicial review) khususnya pasal 292 KUHP tentang perzinahkan sehingga aktivitas LGBT bisa dimasukan sebagai tindakan kriminal yang mendapat sanksi hukum. Hal ini,sambungnya,karena hingga saat ini aktivitas menyimpang tersebut belum mampu dijerat secara hokum positif khususnya para penganjur dan penyebar LGBT padahal mempunyai dampak yang luas baik secara moral,social hingga peradaban manusia.

“Langkah sederhana yang bisa kita lakukan namun akan berdampak signifikan yakni boikot produk perusahaan – perusahaan yang mendukung LGBT ini. Dengan begitu mereka akan menderita kerugian secara ekonomi,”pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Dewan Dakwah Jabar,M.Roinul Balad dalam pengantarnya menyampaikan bahwa ummat Islam khususnya yang ada di wilayah Bandung Raya harus melawan dan menolak setiap kegiatan atau acara yang diindikasikan mengkampanyekan LGBT. Hal ini sangat memungkinkan mengingat Kota Bandung menjadi salah satu ikon kota kreatif sehingga acara-acara budaya dan kesenian bisa saja ditumpangi kegiatan LGBT.

“Mohon rekan-rekan nanti bisa memantau setiap ada acara atau aktivitas yang dilakukan anak-anak muda khususnya yang dibalut dengan acara seni dan budaya. Kita tidak mencurigai bahwa setiap acara kesenia dan budaya adalah kegiatan LGBT namun sebagai antisipasi dan wujud dari kewaspadaan tidak salahnya kegiatan tersebut kita pantau,”terangnya.

Ia menambahkan sasaran perilaku LGBT adalah kalangan remaja dan anak muda maka dihimbau bagi orangtua untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada putra-putrinya dengan nilai-nilai agama sehingga tidak mudah terbawa arus pergaulan bebas. Selain itu ia juga mengingatkan agar orangtua juga memantau acara-acara televise atau bacaan anak-anak yang mungkin tidak baik baginya.

“Mari selamatkan generasi masa depan bangsa,generasi muda Islam dari perilaku yang dimurkai Allah Swt tersebut. Lindungi keluarga,tetangga dan masyarakat dari perilaku LGBT,”ajaknya.

Acara konsolidasi ummat Islam Jabar menghadang LGBT yang diprakarsai Dewan Dakwah Jabar tersebut dihadiri sekira 50 orang yang merupakan perwakilan ormas Islam tingkat Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut juga disepakati, bahwa dalam waktu dekat mereka akan menggelar serangkaian aksi dan orasi yang bersifat edukasi untuk penyadaran masyarakat akan bahaya LGBT. Selain itu mereka juga akan melakukan dengar pendapat dan penyampaian aspirasi dengan Pemrov. Jabar,Kota Bandung ,DPRD Kota maupun Provinsi.(mic/mapionline)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =