Hukum Belanja saat Diskon Natal dan Tahun Baru

By on December 22, 2014

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Pada bulan Desember ini pusat-pusat perbelanjaan biasanya sering mengadakan diskon besar-besaran. Dan seperti yang kita ketahui, biasanya diskon tadi bersamaan dengan datangnya perayaan natal dan tahun baru. Yang saya tanyakan, apakah kita boleh membeli barang-barang yang didiskon dengan cara itu? Kemudian, apakah ini termasuk ikut merayakan hari tersebut ?

Jawaban:

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudara penanya yang dirahmati Allah, ada kaedah penting dalam mu’amalah yang perlu kita ketahui, yaitu kaedah “Al ashlu fil asyya’ al ibahah“ (Hukum asal segala sesuatu itu mubah). Maka setiap kali kita dihadapkan pada persoalan mu’malah, yang dikedepankan adalah kaedah ini terlebih dahulu. Baru kemudian dikaji apakah ada hal yang haram dalam mu’amalah tersebut.

Berkenaan dengan jual beli, selama jual beli tersebut terpenuhi syarat dan rukunnya dan tidak ada hal-hal yang menyebabkan jual beli menjadi haram, maka jual belinya sah. Terkait dengan membeli barang yang didiskon karena momen natal dan tahun baru saya berikan jawaban Imam Ahmad yang dicantumkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ shiraatal mustaqim pada halaman 273.

أنه قيل للإمام أحمد : هذه الأعياد التي تكون عندنا بالشام مثل طور يانور و دير أيوب و أشباهه يشهده المسلمون , يشهدون الأسواق و يجلبون فيه الغنم و البقر و الدقيق و البر و غير ذلك , إلا أنه إنما يكون في الأسواق يشترون , ولا يدخلون عليهم بيعهم إنما يشهدون الأسواق ؟ قال : إذا لم يدخلوا عليهم بيعهم و إنما يشهدون السوق فلا بأس (إقتضاء صراط المستقيم ص 273 )

Artinya : Ditanyakan kepada Imam Ahmad, “Perayaan-perayaan (perayaan hari raya orang kafir) yang terjadi di tempat kami Syam, seperti Thur Yanur dan Deir Ayyub (hari raya orang Nasrani di Syam) dan yang semisal dengannya juga disaksikan oleh umat Islam. Mereka mendatangi pasar-pasar (yang diadakan karena perayaan) dan membeli kambing, sapi, tepung, gandum dan lain-lain, hanya saja mereka membeli barang-barang tersebut di pasar dan mereka tidak masuk ke tempat peribadatan umat Nasrani ?” Imam Ahmad menjawab, “ Jika mereka tidak memasuki gereja orang Nasrani maka hal ini tidak mengapa.”

Abul Hasan Al Amidi di dalam kitab yang sama juga mengatakan, “Adapun yang dijual oleh orang kafir di pasar pada hari raya mereka, maka tidak mengapa untuk mendatanginya.”

Syaikhul Islam mengomentari perkataan di atas. Beliau berkata, “ Jawaban Imam Ahmad tentang bolehnya menghadiri pasar (yang diadakan karena hari raya mereka) untuk membeli sesuatu tanpa masuk ke dalam gereja atau tempat peribadatan mereka, karena bukan berupa menghadiri hal yang mungkar, juga bukan termasuk tolong menolong dalam kemaksiatan, karena bertransaksi dengan mereka hukum asalnya boleh.”

Maka, membeli sesuatu karena promo natal dan tahun baru serta diskon-diskon di dalamnya, bukanlah termasuk ikut merayakan hari raya mereka. Yang dilarang adalah menghadiri hari raya mereka, kebaktian mereka dan ibadah-ibadah yang mereka khususkan di hari natal dan tahun baru. Wallahu a’lam bissowab

Dijawab oleh Ustadz Miftahul Ihsan Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =