Launching KKS (Komunitas Keluargaku Sakinah)

By on March 30, 2016

Karanganyar (DakwahNews.com) Ahad, 20 Maret 2016 – Kajian Ahad Pagi Masjid Agung Karanganyar pada pekan ke-3 kali ini begitu spesial dengan adanya Launching Program : “Komunitas Keluargaku Sakinah (KKS)” dari Infaq Dakwah Club (IDC) . Acara ini diselenggarakan oleh INFAQ DAKWAH CLUB (IDC) DEWAN DAKWAH Jawa Tengah bekerja sama dengan Rumah Sehat Hidayatul Insan (RSHI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Karanganyar dan Panitia Kajian Ahad Pagi Masjid Agung Karanganyar. Seiring kajian dimulai, begitu banyak para jamaah yang berdatangan sehingga memenuhi Masjid Agung Karanganyar. Tausiyah pertama disampaikan oleh Ust. Aris Munandar Al Fatah ( Ketua DDII Jawa Tengah ) dengan tema “Menjadi Orang Tua Sesuai Tuntunan Al Qur’an”. Pesan yang disampaikan antara lain :

Dalam membangun keluarga yang bahagia, sakinah mawadah warahmah diawali dari cara memilih pasangan hidup.Memilih pasangan hidup harus yang seiman dan untuk para orang tua agar tidak menikahkan anak-anaknya kepada orang beda agama sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 221 :
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
Selanjutnya pada Surat At Tahrim ayat 6 :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Pada ayat ini menunjukkan kemana bahtera rumah tangga ini akan dibawa. Bahwa kita dalam membangun keluarga pada hakekatnya adalah menghindari jilatan api neraka. Berhasilnya tujuan keluarga ini , Allah telah meletakkan landasannya pada QS. Ali Imran 185, bahwa sukses menurut Allah adalah selamat dari jilatan neraka dan masuk surga.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Prototipe keluarga sukses adalah keluarga yang bisa menyelamatkan dari jilatan neraka dan masuk surga. Maka memilih pasangan yang seiman sangat penting. Karena dimensi keimanan, dimensi aqidah menjadi modal paling penting. Karena dari situlah muncul keturunan – keturunan yang akan melanjutkan kehidupan sukses didunia sampai akhirat .
Bagi yang sudah terlanjur salah memilih pasangan ataupun keluarga yang masih berantakan, maka segera merevisi visi keluarga dengan bersungguh –sunggulah dalam menambah pengetahuan agama. Maka jadikan ahad pagi seperti ini minimal untuk menjadi hari ngaji keluarga.
Upaya untuk menjadi orang tua sesuai tuntunan Al Qur’an sudah tertera pada QS. Al Ahqaf : 15
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Dari ayat tersebut ada perintah untuk berbuat ihsan(baik) kepada orang tua kita sampai kapanpun. Karena ketika kita berbuat baik kepada orang tua, Insya Allah anak-anak kita nanti juga akan berbuat baik kepada kita. Selanjutnya perintah untuk berbakti kepada orang tua terutama kepada ibu kita. Disamping itu, kita diminta mewaspadai dan segera sadar ketika sudah berumur 40. Segera memperbaiki diri sendiri maupun keluarga sehingga menjadi keluarga yang bisa berkumpul di surga melalui akselerasi ibadah sampai khusnul khatimah.
Beberapa pilar untuk membagun keluarga menuju bahagia yang sudah terangkum dalam sebuah doa pada ayat tersebut :
• Pandai bersyukur yaitu : menggunakan potensi yang ada pada keluarga untuk investasi akhirat
• Melakukan akselerasi/ lompatan amal seiring dengan sisa umur yang ada, maka berupaya membangun amalan yang terbaik
• Mulai menengok garis keluarga dengan meningkatkan kualitas keturunan kita yang bisa menjadi modal kebaikan dimasa yang akan datang
Selanjutnya, Tausiyah kedua disampaikan oleh Ust. Edy Wirastho, MPI (Abu Faiz) dengan tema “Membangun Ketahanan Keluarga Muslim Dari Ancaman LGBT”. Pesan yang disampaikan antara lain :
Dalam membangun kebahagian keluarga memang diawali dari cara memilih pasangan hidup. Beliau menekankan untuk memilih pasangan yang sama agamanya yaitu Islam dan beda jenis kelaminnya. Karena akhir –akhir ini maraknya fakta LGBT menyebar dimana –mana , dari kalangan anak-anak sampai orang tua. Faktor yang menghambat menyebarnya kaum LGBT adalah agama. Maka masyarakat perlu pemahaman yang lurus dalam agama, karena kaum LGBT juga menyebarkan pemahaman- pemahaman sesat yang diambil dari Al Qur’an. Poin penting untuk membentengi masyarakat dari pengaruh LGBT harus diawali dari membangun keluarga. Sebagian besar, munculnya pengaruh LGBT terjadi karena kesalahan pola asuh / hidup keluarga. Misalnya ketika orang tua mengharapkan lahir anak perempuan, tetapi ketika istrinya melahirkan ternyata anak laki –laki, sehingga diasuh seperti anak perempuan. Begitu juga bapak yang terlalu keras, maka anak menganggap semua laki-laki keras sehingga anak terdominasi ke ibu (melambai-lambai)
Maka, upaya untuk membangun ketahanan keluarga muslim ini, kami berusaha membuat program khusus yang bernama : Komunitas Keluargaku Sakinah(KKS) sebagai modal membangun generasi keluarga yang sakinah. Program ini meliputi : Kuliah Pranikah, Seminar Keluarga Sakinah, Training Remaja Hebat, dan Camp Anak Sholih.
Para Orang tua ditekankan untuk selalu menanamkan keimanan kepada anak –anaknya dan memberikan pengasuhan yang optimal. Karena di jaman sekarang media sosial sudah merambah di kalangan anak – anak kita sehingga perlu adanya benteng untuk melindungi dari hal – hal yang merusak generasi anak- anak kita yang masa datang.
Di akhir kajian, Tim IDC memberikan pengenalan dan pengarahan mengenai program yang baru dilaunching ini yaitu program : “Komunitas Keluargaku Sakinah (KKS)”. Bagi anda yang berkeinginan untuk bergabung di program KKS ini bisa mendaftarkan ke panitia, yang Insya Allah sudah ada Stand Program KKS di Kajian Ahad Pagi Masjid Agung Karanganyar.[kap/DakwahNews]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =