Mahasantri Baitul Hikmah Tasmi’ di Lereng Lawu

By on March 29, 2016

Tawangmangu (DakwahNews.com) Hari Jum’at (25/03), suasana lengang lereng pegunungan itu disyahdukan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu. Di antara deretan villa yang berjejer ditengah saputan kabut di area pegunungan Tawangmangu, berdiri tegak sebuah villa yang menjadi tempat diadakannnya kagiatan tasmi’ Al-Qur’an pagi itu.

Tasmi’ ini berbeda dengan tasmi’ yang rutin diadakan. Kali ini, kegiatan yang sudah tidak asing bagi para Huffazhul Qur’an itu digelar di lereng gunung Lawu. Ya, tepatnya di Villa dr. Harun Rosjid, Pendiri dan Pengasuh Ma’had Aly Baitul Hikmah.

Dengan suasana khas pegunungan yang penuh dengan nuansa kesejukan, Tasmi’ khataman 30 Juz ini dimulai pukul 08.30. Acara tasmi’ yang merupakan rangkaian dari acara yang dicantumkan dalam agenda akademik Ma’had ini diikuti oleh dr. Harun Rosjid beserta keluarga, kemudian KH. Ihsan Saifuddin, Pengurus Yayasan dan Asatidz Ma’had, dan seluruh Mahasantri angkatan empat dan lima.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari dr. Harun Rosjid. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa tujuan dibangunnya villa tersebut adalah untuk menjalin silaturrahmi keluarga. Di samping villa tersebut, dibangun juga sebuah mushalla yang ditujukan sebagai pusat kegiatan Ibadah masyarakat yang mendiami daerah sekitar, baik dari penduduk lokal maupun para pengunjung.

“Penduduk sekitar dan para pendatang antusias dengan adanya mushalla tersebut.” tutur beliau.

Kegiatan tasmi’ selanjutnya dimulai dengan pembagian para peserta tasmi’ menjadi dua halaqah. Setiap halaqah memiliki petugas yang siap mentasmi’kan juz yang sudah dibagi sebelumnya. Halaqah pertama mentasmi’kan juz 1 hingga 15, sedangkan halaqah 2 mentasmi’kan juz 16 hingga 29. Tasmi’ berlangsung hingga menjelang maghrib, yang ditutup dengan juz 30 ditasmi’kan diakhir acara tasmi’ oleh salah seorang Mahasantri, kemudian pembacaan do’a.

Usai Tasmi’, acara kemudian dipungkasi dengan Tausyiah Motivasi oleh Ust. Apip Najaruddin, Mudir Ma’had Isy Karima. Dengan dialek sunda yang khas, ustadz yang merupakan alumni Ma’had Isy Karima periode pertama asal Ciamis ini menyampaikan pentingnya pemahaman akan kandungan Al-Qur’an agar tidak terjebak dengan fitnah syubhat dan syahwat di akhir zaman ini, sehingga menghafal ayat-ayatnya saja tidak cukup.

Acara tasmi’ ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Outbound Mahasantri. Kendati demikian, acara ini memang sudah disiapkan jauh hari sebelumnya. Selain sebagai media mahasantri dalam menguatkan hafalannya, kegiatan ini diharapkan memberikan keberkahan bagi sejumlah pihak yang terkait(BH/Mic)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =