Menyongsong Kebangkitan Islam 2020-2025

By on January 27, 2014
Kebangkitan Islam 2020-2025

Kita pernah mendengar adanya prediksi kiamat terjadi pada tahun 2012. Sampai saat ini pun, itu tak terbukti sama sekali. Karena memang, informasi itu sama sekali tak berdasar. Hanya sensasi. Namun, kali ini akan kita bahas tentang kebangkitan kembali khilafah Islam pada tahun 2020-2025. Bukan sekedar prediksi tak berdasar. Ini adalah suatu keniscayaan, karena telah dipersiapkan untuk terjadi, dan memang telah sebagian besar terealisasi. 

Demented Vision, Lembaga Observasi di Amerika mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.

      Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia.

      World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam se dunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).

      Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)

      Banyak kalangan meng-kombinasikan data dan fakta yang kemudian memprediksikan bahwa Kebangkitan Islam akan terjadi pada tahun 2020.

       “Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong!”.

 

Keseriusan Rasulullah

      Suatu kali, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkhuthbah di hadapa para sahabatnya tentang hal ini. Bahkan, tak hanya satu atau dua jam. Beliau sampai perlu melanjutkan ceramahnya dari ba’da shubuh hingga maghrib tiba, dengan diselingi sholat jama’ah ketika tiba waktunya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah berikut:

      Dari Abu Zaid, yaitu Amr bin Akhthab al-Anshari Radhiyallaahu ‘anhu katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat Subuh berjamaah dengan kami, kemudian beliau naik ke mimbar dan berkhutbah sampai masuk waktu Zuhur, kemudian beliau turun (dari mimbar) dan shalat Zuhur (bersama kami). Setelah selesai shalat Zuhur beliau naik lagi ke mimbar dan menyambung khutbahnya sampai masuk waktu Ashar, maka beliau turun dari mimbar dan shalat Ashar (bersama kami). Setelah selesai shalat Ashar beliau naik lagi ke mimbar dan melanjutkan khutbahnya sehingga tenggelam matahari. Beliau memberitahu kepada kami segala apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Maka siapa yang pandai di kalangan kami, dialah yang paling banyak menghafalnya.” (H.R. Muslim)

      Syaikh Abdul Majid Az Zindani dalam khutbahnya di hadapan ribuan rakyat Yaman menyatakan bahwa Dewan Keamanan Amerika berkata di akhir laporannya kepada Obama bahwa pada tahun 2025 kaum muslimin akan mengumumkan tegaknya khilafah.

      Bahwasanya Dewan Perwakilan Rakyat Rusia mereka mempunyai data tentang peperangan peradaban. Mereka berkata di dalamnya bahwa pada tahun 2020 kita akan menyaksikan bangkitnya peradaban baru bermula dari timur yaitu China sampai ke barat Samudera Atlantik.

      Arab Spring yang akhir-akhir ini terjadi, mulai dari Sejak 18 Desember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia dan Mesir, perang saudara di Libya, pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah, and Yaman, protes besar diAljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, dan protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, serta Sahara Barat,  merupakan embrio bakal awal lahirnya geliat pergerakan menuju kembalinya peradaban baru, yaitu Khilafah Islamiyah diatas Minhaj Nubuwwah.

 

Prediksi Bangsa Barat

      Seorang ahli politik bernama Samuel P Huntington, didalam bukunya yang berjudul The Clash of Civilization (1996), dia menyatakan “Bagi Barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalisme Islam, tapi Islam itu sendiri.” Kemudian dia menguatkan dalam “Who Are We?”(2004) dengan menuliskan bahwa Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS.

 

Prinsip Kebangkitan Islam

      Berikut adalah beberapa prinsip agar Islam dapat kembali meraih kejayaannya:

1.   Menetapkan tujuan (Al-Ghoyah)

            Mencari Ridha Allah dengan memurnikan keikhlasan kepadanNya serta merealisasikan panutan kepada Nabi Shallahu alaihi wasallam.

2.   Pemurnian Aqidah  (A-‘Aqiidah)

            Memurnikan ajaran aqidah As salaf  Ash sholih global maupun terperinci.

3.   Pemahaman  Keislaman  (Al-Fahm)

            Memahami Islam secara Kaffah sebagaimana yang difahami oleh para Ulama’ yang terpercaya yang mengikuti sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dan sunnah para Khulafa’ Arrasyidin.

4.   Sasaran yang diraih (Al-Hadf)

            Menghambakan manusia kepada Rabb nya serta menegakkan khilafah berlandaskan manhaj Nubuwah.

5.   Jalan yang ditempuh (Ath-Thariiq)

            Dakwah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar dan Jihad fi sabilillah ditengah pergerakan yang bersesuaian gerakannya dengan syariat yang hanif, menolak condong atau tunduk kepada sistem kekafiran.

6.   Bekal yang dibawa (Az-Zaad)

      •     Taqwa dan Ilmu

      •     Keyakinan dan tawakkal

      •     Syukur dan sabar

      •     Dzuhud di dunia dan mengutamakan akhirat

7.   Perwalaan dan permusuhan (Al-Wala’ wal Bara’)

            Al Wala’ wal Baro’ wujud nyata cara pandang Islam yang benar.

• hakikat islam yang tercermin dalam kalimat tauhid (laa ilaaha illallaahu) dan tuntutan serta syaratnya.

• merupakan tuntutan dari kalimat tauhid

• pembatal islam yaitu syirik, kufur, nifaq dan murtad.

8.   Perkumpulan (Al-Ijtimaa’)

            Untuk satu tujuan yang sama, aqidah yang satu, dan di bawah bendera pemikiran yang satu jua.Ibnu Taimiyyah: Perpecahan yang terjadi ditengah ummat, ulama’nya, masyayikhnya, pemerintahnya, pembesarnya, inilah yang menyebabkan dikuasainya musuh atas mereka yang demikian itu disebabkan karena mereka meninggalkan amal ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.

      Petunjuk Islam dalam membangun kerjasama antar lembaga Islam:

•     Wihdatul ushul (kesatuan pokok dari sumber pengambilan Islam).

•     Atta’addud  fi takamul laa ta’arrud (beragamnya kelompok saling melengkapi bukan saling berlawanan).

•     Dhobtu khilaf bi Manhaji Islam (mengembalikan perbedaan dan perselisihan kepada kaidah para salaf as sholih).

 

Sebab Islam Berkembang di Eropa

•     Islam dilihat orang barat dari perspektif sains

•     Black Christian beralih menjadi Black Moslem   (Karena masih adanya diskriminasi dalam gereja)

•     Pengaruh Gerakan Kristen Liberal

Fase Kejayaan Islam

      Dan inilah 7 fase menuju kemenangan dan kejayaan umat Islam dan penegakan Daulah Islam hingga [in syaa Allaah] kekhilafahan [minimal sebagai pengusung Khilafah Islamiyyah atau Ashabu Raayati Suud-Pasukan Panji Hitam] :

1. Fase Penyadaran

      Fase ini dimulai awal 2000 dan berakhir tahun 2003. Tujuannya adalah memaksa Amerika dan sekutunya la’natullah ‘alaihim keluar dari kandangnya agar mudah untuk dijangkau alias dihancurkan.

2. Fase Membuka Mata

      Fase ini diencanakan berlangsung pada tahun 2003 hingga 2006. Tujuannya adalah membuat umat sadar akan kondisinya dan menguak kedok kejahatan kaum kafirin yang dikawal oleh Amerika dan semua sekutunya.

3. Fase Kebangkitan dan Berdiri

      Fase ini dilaksanakan sekitar tahun 2007-2010. Tujuannya untuk menambah personil yang sipa terjun ke bebagai medan di seluruh dunia.

4. Fase Pemulihan Keadaan

      Fase ini betujuan untuk menjatuhkan kekuasaan rezim-rezim tiran yang mencengkeram negara-negara Islam dengan melakukan kontak kuat secara langsung. Fase ini direncakan sekitar tahun 2010-2013.

5. Fase Memproklamasikan Negara

      Pada fase ini memfokuskan untuk mendirikan Daulah Islam dengan menggabungkan berbagai organisasi jihad dunia dan Al-Qaidah yang direncakan pada tahun 2013-2016.

6. Fase Konfrontasi Total

      Perang besar-besaran antara dua kubu. Kubu Mukminin dan Kubu Kafirin wa Bathilin. Perang anatar yang Haq dan yang Bathil. Perang dari sleuruh segi dan meluas ke seluruh penjuru negeri. Dengan perencanaan yang akan tejadi pada tahun 2016.

7. Fase Kemenangan Mutlaq [in syaa Allaah]

      Dimulai dari Fase Konfrontasi Total yang diyakini oleh para konseptor Al-Qaidah akan berjalan singkat 3 atau 9 tahun. Yaitu dari tahun 2016 hingga 2019 atau 2025. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =