Milisi Kristen Anti-Balaka Bantai Pemuda Muslim Republik Afrika Tengah

By on August 24, 2015

Bambari  (DakwahNews.com) Dalam gelombang pertumpahan darah sektarian terbaru di Republik Afrika Tengah (CAR), sedikitnya sepuluh orang tewas pada hari Jumat (21/8) dalam pertempuran antara Kristen dan Muslim di wilayah timur-tengah negara itu, demikian sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency.

Kekerasan pertama meletus pada hari Kamis di kota Bambari di Sungai Ouaka setelah seorang pemuda Muslim dipukuli sampai mati oleh anggota milisi Kristen anti-Balaka.

Sebagai pembalasan atas kematian pemuda itu, warga Muslim menyerang orang-orang Kristen lokal, demikian menurut seorang staff kemanusiaan lokal yang menolak mengungkap identitasnya karena khawatir dengan keselamatannya.

Pada hari Jumat, setidaknya sepuluh orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan sektarian yang terus berkembang.

Di hari yang sama, warga Bambari turun ke jalan untuk memprotes kekerasan, beberapa di antaranya mengkritik kelambanan pasukan penjaga perdamaian PBB yang dikerahkan ke negara Afrika itu.

“Kami gagal untuk memahami apa yang dikerjakan penjaga perdamaian di negeri ini,” kata seorang warga kota, yang juga berbicara dengan syarat anonim.

“Para pemuda dibantai sementara pasukan MINUSCA hanya memandang,” tambahnya, mengacu pada kontingen Misi Stabilisasi PBB di Republik Afrika Tengah, atau MINUSCA.

Sementara itu, sebuah organisasi Muslim lokal, mengeluh bahwa mereka tidak dapat mengendalikan elemen masyarakat yang lebih militan.

“Mereka masih muda dan kami tidak bisa mengendalikan mereka,” kata Oumar Tidjiani, penasihat hukum Asosiasi Muslim Youth, sebuah LSM lokal, mengacu pada beberapa Muslim lokal yang terlibat dalam kekerasan itu.

“Kami sebuah komunitas Islam,” tambahnya. “Peran kami harus memastikan perdamaian.” tambahnya.

CAR jatuh ke dalam anarki pada 2013, ketika pemberontak Muslim Seleka menggulingkan Presiden Francois Bozize, seorang Kristen yang meraih kekuasaan melalui kudeta 2003. Oposisi kemudian mengangkat Michel Djotodia, seorang Muslim, sebagai presiden sementara.

Djotodia mengundurkan diri pada awal 2014 untuk digantikan oleh Catherine Samba-Panza – seorang Kristen – di tengah gelombang kekerasan sektarian antara dua komunitas agama.

Pada bulan Mei tahun ini, setelah berlangsung kekerasan antara milisi Kristen anti-Balaka dan pejuang Muslim Seleka selama berbulan-bulan yang menewaskan ratusan orang, kedua kelompok sepakat untuk meletakkan senjata mereka.

Pada bulan berikutnya, Samba-Panza menyetujui undang-undang pembentukan pengadilan khusus yang bertugas mengadili kejahatan yang dilakukan selama konflik sektarian.

Karena krisis yang sedang berlangsung di negara itu, pemilihan presiden di CAR – awalnya dijadwalkan pada 2014 – telah ditunda sebanyak tiga kali. Pemilu saat ini dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Oktober.

MINUSCA didirikan oleh Dewan Keamanan PBB pada bulan April tahun lalu. Unsur-unsur utama mandatnya adalah melindungi warga sipil, mendukung proses transisi politik, memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan mempromosikan hak asasi manusia. (mic/Kiblat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =